Sukses adalah penting, namun nikmat kesehatan jauh lebih sukses - www.oksidan.com MENEMBUS BATAS TANPA MENGENAL WAKTU - MENAKLUKKAN PARA NEGERI DENGAN NURANI. Selamat datang di TERAPI OKSIDAN (Oxidant Releasing Therapy ~ MAKE THE DIFFERENCE YOU HAVE ALWAYS WANTED TO MAKE) - Kesehatan adalah investasi masa depan Anda dan Keluarga. Kini telah hadir Terapi Oksidan di kota Gorontalo, Makassar, Surabaya, Pekanbaru, Batam, Medan, Depok, Magelang, Yogyakarta. Silakan hubungi kami di 081328712147 Email: oksidano@yahoo.com - Donations Support to BCA 579.0159.154 - Sukses adalah penting, namun nikmat kesehatan jauh lebih sukses...
Terapi Oksidan
Diabetes Melitus
Kenapa Diabetes
Mengobati Diabetes
Tentang Kita
Untukmu Negeri
Organisasi
Hubungi Kami
Kesaksian
Konsultasi Anda
Donasi Anda
Sahabat Media
Republika
Seputar Indonesia
Harian Pos Kota
Majalah Alkisah
Sinar Harapan
Tribun Pekanbaru
Metro Riau
Riau Pos
Riau Mandiri
Media Riau
Riau Tribune
Tribun Batam
Posmetro Batam
Pekanbaru Pos
Harian Jogja
Majalah Misteri
Metro TV
Trans TV
Trans7
TPI
Kei 102,3 FM
Relasi Kami
Busyro Muqoddas
Bani Syuhada
Pattiro Solo
Taspen Jakarta
PT DMK Jakarta
PT Putra Jaya
Masjid Raya Batam
RM Saung Sunda
Kinjengnet
Jangan Bodoh
Kritikus Sosial
Sultan Manajemen
Komisi Yudisial
Bunda Ananda
PT Syailendra Capital
Magelang Batam Community
Batik Online
Kesehatan
Teori
Dasar
Metode
Proses
Terapi
Ruqyah
Diagnosa
Musafir
Artikel
Berita
Kesan Pesan
Tamu Kita
Harga Website
Terapi Oksidan.org
Terapi Oksidan.net
Terapi Oksidan.biz
Terapi Oksidan.info
Masjid Raya Batam
PT Dian Media Karya
Saung Sunda
Jangan Bodoh
Sultan Manajemen
Sekda Lingga
Lingga Membangun
Kinjengnet
Liputan Media Cetak
Koran Sindo
Metro Riau
Majalah Misteri
Posmetro
Riau Pos
Riau Mandiri
Harian Jogja
Liputan Televisi
Acara Trans TV
Acara TVRI
Acara Metro TV
Acara RCTI
Acara Kesaksian
Apa yang dimaksud dengan Diabetes Mellitus?
Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu negara. Walaupun belum ada survei nasional, sejalan dengan perubahan gaya hidup termasuk pola makan masyarakat Indonesia diperkirakan penderita DM ini semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa ke atas pada seluruh status sosial ekonomi. Saat ini upaya penanggulangan penyakit DM belum menempati skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada penyakit jantung kronis, hipertensi, otak, sistem saraf, hati, mata dan ginjal. DM merupakan salah satu penyakit degeratif, dimana terjadi gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) dan dalam urin (glukosuria).
Apa penyebab Diabetes Mellitus?
DM atau kencing manis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh karena peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemi) akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Absolut berarti tidak ada insulin sama sekali sedangkan relatif berarti jumlahnya cukup/memang sedikit tinggi atau daya kerjanya kurang, hormon insulin dibuat dalam pancreas.
Ada dua macam tipe Diabetes Mellitus:
1. DM tipe I atau disebut DM yang tergantung pada insulin. DM ini disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi karena kerusakan dari sel beta pancreas. Gejala yang menonjol adalah terjadinya sering kencing (terutama malam hari), sering lapar dan sering haus, sebagian besar penderita DM tipe ini berat badannya normal atau kurus. Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup.
2. DM tipe II atau disebut DM yang tak tergantung pada insulin. DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada/kurang. Akibatnya glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita DM tipe II dengan obersitas atau ada sangat kegemukan dan biasanya diketahui DM setelah usia 30 tahun. Kegemukan atau obesitas salah satu faktor penyebab penyakit DM, dalam pengobatan penderita DM, selain obat-obatan anti diabetes, perlu ditunjang dengan terapi diit untuk menurunkan kadar gula darah serta mencegah komplikasi-komplikasi yang lain.
Apa gejala-gejala orang menderita Diabetes Mellitus?
Gejala klinis yang khas pada DM yaitu “triaspoli” polidipsi (banyak minum), poliphagia (banyak makan) dan poliuri (banyak kencing), disamping disertai dengan keluhan sering kesemutan terutama pada jari-jari tangan, badan terasa lemas, gatal-gatal dan bila ada luka sukar sembuh. Kadang-kadang BB menurun secara drastis. Untuk mengetahui apakah seorang menderita DM yaitu dengan pemeriksaan kadar gula darah. Kadar gula darah normal adalah pada saat puasa (nuchter) = 80 - < 110 mg/dl, setelah makan = 110 - < 160 gr/dl.
Komplikasi
Jika kadar gula darah terus menerus tinggi ini berarti tidak terkontrol, lama kelamaan akan timbul penyulit (komplikasi) yang pada dasarnya terjadi pada semua pembuluh darah misalnya: pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (dapat terjadi kebutaan), pembuluh darah ginjal (GGKhemodialisa), dll. Jika sudah terjadi penyulit ini maka usaha untuk menyembuhkan keadaan tersebut kearah normal sangat sulit. Oleh karena itu, usaha pencegahan dini untuk komplikasi tersebut diperlukan dan diharapkan sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya berbagai hal yang tidak menguntungkan.
Bagaimana mencegah dan mengobati Diabetes Mellitus?
DM dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat sedini mungkin yaitu dengan mempertahankan pola makan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan yang tinggi karbohidrat, protein dan lemak, mempertahankan BB yang normal sesuai dengan umur dan tinggi badan (TB) serta olah raga (OR) teratur sesuai umur dan kemampuan. Tujuan pengobatan penderita DM ialah untuk mengurangi gejala, menurunkan BB bagi yang kegemukan dan mencegah terjadinya komplikasi.
Banner Anda
Tim Redaksi