Setiap manusia dalam tubuhnya dapat mengandung zat-zat seperti timbal, insektisida dan lain-lainnya yang berbahaya tanpa menderita gejala klinik. Perlahan-lahan kita telah mentoleransi adanya zat-zat toksik ini dan telah menerima konsep tolerable limits dan maximal allowable concentrations, karena dalam kehidupan dunia modern ini tidak dapat dipisahkan dari kontak segala macam zat kimia. Pemberian antioksidan sudah melalui beberapa uji klinis sampai taraf pikogram dengan menyelidiki pergerakan obat di dalam tubuh dan menyangkut beberapa hal seperti absorpsi, distribusi, redistribusi, biotransformasi dan ekskresi dari obat. Pengetahuan mengenai hal ini sangat penting untuk menafsirkan efek terapinya dan toksisitas suatu obat. Segala yang berkaitan dengan farmakokinetik memerlukan analisis kuantitatif dari obat dalam cairan biologik atau alat tubuh. Karakteristik absorpsi penting untuk diketahui, zat kimia dengan sifat koefisien partisi yang ditinggalkan serta derajat ionisasi yang rendah dan mudah diserap melalui dinding sel. Sebaliknya, alkaloid dengan gugus molekul yang menyebabkan ionisasi yang baik akan sukar diserap. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi absorpsi ini, sehingga akan mempengaruhi dosis dan tokisisitasnya.